Breaking News
Loading...
Jumat, 02 September 2011

Bagaimana : Menerapkan Zone Pressing yang baik



Bagaimana bisa Barcelona saat ini menjelma menjadi tim yang sulit dikalahkan? Possession Football. Ditangan Pep Guardiola, Barcelona benar-benar telah memberikan evolusi dalam permainan sepakbola modern. Penguasaan bola yang kuat, fluid passing, attacking football, semua berefek ke statistik permainan. Menguasai possession berarti menguasai pertandingan (Barca's Mantra). Memberikan banyak waktu untuk menciptakan peluang, serta membuat lawan frustasi. Jadi, gw pikir hal ini juga berlaku di Football Manager.

Possession football bukan sekedar menyerang, menyerang, dan menyerang. Sering kali terlupakan, padahal pertahanan merupakan salah satu aspek penting dalam filosofi possession football. Penguasaan bola, berarti berlama-lama dengan bola dibanding lawan kita. Dengan tidak membiarkan lawan berkreasi dengan bola, dan bola harus secepatnya kembali ke pihak kita. Sebagaimana yang juga diterapkan oleh tim dengan possession-based, seperti Arsenal, Porto, dan yang paling sukses tentu saja Barcelona.
Zone Pressing...


Pressing..!!!

Pressing merupakan metode bertahan yang identik dengan tim berbasis possession. Dengan memberikan tekanan kepada lawan untuk sesegera mungkin merebut bola dan kembali menguasai permainan. Tekanan diberikan langsung dimana bola berarda, dalam artian tidak menunggu sebelum bola sampai ke daerah pemain belakang, bahkan dalam Zone Press ini pemain tengah & depan lah yang memiliki peranan penting. Mereka langsung menekan saat bola masih berada di daerah lawan, memberikan kepanikan kepada pemain lawan, sehingga biasanya lawan akan langsung membuang bola, dan disaat bersamaan pemain lainnya kembali menekan langsung, dan begitu seterusnya hingga bola didapat kembali. Pressing dinilai lebih baik dibandingkan merebut bola dengan cara aggresive tackle. Pressing dengan high defensive line juga memungkinkan transisi yang cepat dari keadaan bertahan ke menyerang.

Hmmm, belum terbayangkan dikepala kalian? Oke, saatnya diimplementasikan ke Football Manager.

Atribute Apa Saja Yang Dibutuhkan . . .

Tidak sembarang tim yang mampu menjalankan Zone Press. Tim harus mempunyai para pemain yang kompeten untuk mengaplikasikan Zone Press secara baik. Terdapat beberapa kriteria atribut yang dibutuhkan pemain.
  • Stamina, bermain pressing berarti menekan mulai dari daerah lawan untuk mengambil bola kembali secepatnya. Dalam 90 menit, pemain akan dipaksa berlari, mengejar bola kemana pun bergulir. Berduel dengan lawan dan membangun kembali serangan. Dibutuhkan stamina yang baik untuk melakukannya.
  • Determination, berduel dengan lawan. Determinasi tinggi berarti pemain akan pantang menyerah untuk mengejar/memenangkan bola.
  • Positioning, mengejar bola yang bergulir dapat berpotensi membuat si pemain keluar dari posisi aslinya. Dan tentu saja jika si pemain mempunyai positioning rendah, maka pemain lawan akan dengan mudah mengambil keuntungan dari posisi yang ditinggalkan.
  • Anticipation, kecakapan antisipasi keika kehilangan bola, kehilangan posisi, dan menekan lawan.
  • Concentration, dari semua atribut diatas, konsentrasi merupakan yang utama. Pressing akan memberikan lubang jika terdapat kesalahan.
Atribut disesuaikan menurut posisi masing-masing pemain. Dalam hal ini, atribut diatas lebih mengacu kepada pemain bertahan.

Team Instructions




















Seperti terlihat digambar. Closing down dibuat Press More. Zonal marking, untuk tetap menjaga bentuk posisi tim. Mencegah pemain keluar dari posisinya karena tertarik pergerakan tanpa bola pemain lawan. Serta defensive line, full push up. Fungsi defensive line disini yang membuat terciptanya zone press yang tinggi. Akan terlihat jelas pada ulasan implementasi di bawah ini.

Formasi, formasi, dan formasi...

















Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Zone press selalu identik dengan possession football. Possession football lebih prefer ke formasi bersifat triangle, juga penumpukan pemain ditengah. 4-5-1, 4-2-3-1, 4-3-3 dan sejenisnya. Karena dengan banyaknya pemain ditengah akan menciptakan keseimbangan dalam tim, sehingga memudahkan pemain melakukan pressing tanpa kehilangan posisi.


Implementasi

Dengan menerapkan ulasan di atas, tentunya disertai dengan adaptasi-adaptasi lainnya. Maka didapatlah hasil Zone Pressing yang memuaskan.

Gambar 1:

















Dimulai ketika, Shaktar membangun serangan. Terlihat bagaimana Shaktar yang memulai serangan dari belakang tampak tertekan. Barcelona memperlihatkan kualitas pressing yang baik. Garis kuning menunjukkan tingginya defensive line Barca, sehingga memperkecil ruang gerak para pemain Shaktar.

Gambar 2:

















David Villa bertugas memberikan pressing seketika itu juga bola meski bola masih berada pada defender lawan. Sedang pemain lain menutup semua kemungkinan lawan untuk memberikan passing. Gambar 2 bukanlah metode man-marking melainkan tight zonal marking dengan closing down setup yang tepat.

Gambar 3:

















Kemudian bola berhasil dialirkan ke tengah Jadi Villa gagal melakukan pressing? Sama sekali tidak. Disini Villa berhasil menarik pemain tengah & depan Shaktar untuk "terpaksa" mundur menjemput bola alih-alih juga mengantisipasi bola terambil lebih dulu oleh Barca. Sedang pemain Barca, terus maju untuk manyerang saat diserang. Lihat posisi Dani Alves & Maxwell (Fullback), masuk ke daerah permainan Shaktar. Bandingkan dengan gambar 1 & 2 sebelumnya.

Gambar 4:

















Shaktar menyerang lewat tengah, karena memungkinkan mereka untuk memiliki lebih banyak pilihan passing dibanding menyerang lewat sayap, yang sudah ditekan sebelumnya oleh Alves & Maxwell. Sekarang, kita lihat bagaimana pemain tengah mengambil peran. Pressing langsung dilakukan.

Gambar 5:

















Dengan demikian, pemain tengah Barca tidak membiarkan pemain tengah Shaktar berfikir/memegang bola lama, karena langsung ditekan sehingga terlihat pemain Shaktar hanya dapat langsung mengalirkan bola. Busquet sebagai Anchorman langsung memotong bola.


Gambar 6:

















Para pemain Shaktar yang tadinya berfikir bahwa mereka sedang menyerang, justru merekalah sebenarnya yang sedang diserang. Lihat Fullback kanan Shaktar yang melakukan overlap. Dan bola berbalik, meninggalkan sisi kanan yang lowong. Transisi yang cepat dari bertahan ke menyerang.

Gambar 7:

















Dan kita yang mendapatkan gol. Cepat, berkelas.

Meski demikian, bermain dengan high zone press adalah bermain dengan resiko yang besar pula. Zone press baiknya diaplikasikan dengan tim yang memilki pemain kompeten. Jika kalian memakainya sekelas tim dengan pemain medioker, jangan salahkan gw kalau malah tim lo pada jadi lumbung goal. Karena zone press dengan high defensive line akan meninggalkan ruang besar dibelakang antara pemain belakang terakhir dan kiper. Jadi, keputusan ditangan anda bro. Tapi, menurut gw lebih enak memainkan sesuatu dengan resiko. Terasa adrenalinnya. Hahahaha. Enjoy.
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar

Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 Football Manager Buzz All Right Reserved